BOGOR, Jobuzo – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Fatah Cileungsi, Kabupaten Bogor menggelar Masa Ta’aruf Mahasiswa (Mastama) Tahun Akademik 2025/2026 pada 2 – 7 September 2025. Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) merupakan salah satu lembaga yang diundang panitia untuk menyampaikan materi pembinaan pada kesempatan tersebut dengan tema “Rescue Al-Fatah Membentuk Jiwa Kepedulian”
Kegiatan ini diikuti 35 mahasiswa baru dari tiga program studi yakni Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Ekonomi Syariah (Eksyar) dan Pendidikan Bahasa Arab (PBA). Mereka dibimbing oleh 27 mahasiswa senior sebagai panitia mastama.
Dalam penyampaiannya, UAR menekankan pentingnya kepedulian sosial bagi mahasiswa. “Mahasiswa tidak hanya dituntut pintar secara akademik, tetapi juga harus peduli terhadap kondisi sosial masyarakat. Idealisme tanpa kepedulian hanya akan menjadikan mahasiswa penonton perubahan,” ujar M. Tri Habibie, mewakili Ketua Umum UAR H. Endang Sudrajat yang berhalangan hadir.
Dia menjelaskan bahwa setiap jurusan memiliki kontribusi nyata dalam menumbuhkan kepedulian. Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam dapat menyebarkan pesan kebaikan dan melawan hoaks saat bencana. Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab bisa menjadi relawan mengajar bahasa sebagai jembatan dakwah dan ilmu. Sementara itu, mahasiswa Ekonomi Syariah berperan mengelola dana sosial umat seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf agar tepat sasaran.
Menurutnya, kepedulian merupakan kebutuhan bangsa, terlebih Indonesia adalah negara rawan bencana. “Indonesia adalah laboratorium bencana. Setiap hari rata-rata terjadi 8–10 kejadian bencana. Karena itu, mahasiswa sebagai agen perubahan harus hadir memberi solusi dan menggerakkan kepedulian,” tambah Habibibie yang didampingi M. Ayub.
Tri Habibie juga mengutip sebuah hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang mengajarkan bahwa kepedulian bukan hanya nilai sosial, melainkan bagian dari iman. “Rasulullah bersabda: sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain, kata Tri Habibie. “Jadi, kepedulian bukan hanya pilihan moral, tetapi perintah agama,” tegasnya menambahkan.
Kegiatan Mastama STAI Al-Fatah yang berlangsung selama sepekan ini mengambil tema “Membentuk Mahasiswa yang Berkarakter Islami: Berakhlak, Cerdas, Mandiri, Kreatif, Bertanggung Jawab.” Puluhan mahasiswa baru dari tiga program studi mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi pengenalan kampus, pembinaan karakter, hingga kebangsaan dan kemanusiaan.
Pembicara selain dari UAR, lembaga lain seperti Aqsa Working Group (AWG), Maemunna Center, MINA, Rasil, dan beberapa tokoh Pondok Pesantren Al-Fatah Cileungsi juga turut memberikan arahan kepada para mahasiswa baru, di samping Civitas Akademika STAI Al-Fatah sendiri memberikan sambutan serta pengenalan kampus.
Menurut panitia, keseluruhan rangkaian acara yang dikemas dalam kegiatan indoor dan outdoor ini akan ditutup tanggal 7 September 2025 dengan acara Studium Generale. Panitia akan menghadirkan narasumber inspiratif selain yang sudah ada untuk memberikan wawasan lebih luas kepada para mahasiswa baru tentang pentingnya peran generasi muda dalam pembangunan peradaban Islam.
Dengan kehadiran UAR dalam Mastama, STAI Al-Fatah berharap mahasiswa baru tidak hanya mengenal lingkungan kampus, tetapi juga menyadari peran besarnya sebagai agen perubahan. Nilai kepedulian yang ditanamkan sejak dini diharapkan menjadi bekal penting bagi mereka untuk berkontribusi dalam membangun peradaban yang lebih baik, sesuai dengan visi kampus yang Islami dan berkarakter. (AM)
Mastama STAI Al-Fatah Cileungsi: UAR Tekankan Jiwa Kepedulian Mahasiswa