BOGOR, Jobuzo – Pengurus Pusat Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) terus memperkuat konsolidasi organisasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia rescue di seluruh Indonesia. Hal tersebut mengemuka dalam Musyawarah Pengurus UAR secara daring melalui Zoom bersama para Ketua Korwil, Ketua Korda, dan para pembina UAR wilayah dan daerah, Rabu malam (20/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 20.00 hingga 22.30 WIB itu diikuti 48 peserta dari berbagai wilayah Indonesia. Musyawarah digelar sebagai tindak lanjut sosialisasi hasil Rapat Kerja (Raker) Pengurus Pusat UAR yang berlangsung pada 11–12 April lalu di kawasan Cipayung Datar, Megamendung, Kabupaten Bogor.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum UAR H. Endang Sudrajat menyampaikan materi pembinaan organisasi sekaligus arah kebijakan pengembangan UAR ke depan. Ia menegaskan bahwa UAR harus mampu berkembang mengikuti kemajuan teknologi, namun tetap kokoh menjaga jati diri perjuangan dan aqidah Islam.
“UAR harus maju dengan teknologi, tetapi tetap kokoh dengan jati diri. Profesional dalam operasi kemanusiaan, namun tetap menjaga ruh perjuangan dan akhlak Islami,” tegasnya dalam pemaparan musyawarah.
Materi pembinaan yang disampaikan meliputi penguatan kaderisasi, sistem pendidikan dan pelatihan rescue berjenjang, penataan zonasi respon tanggap darurat bencana, hingga sistem penggalangan dana dan pendanaan operasional yang amanah dan akuntabel.
Pada aspek kaderisasi, UAR menargetkan lahirnya generasi penerus rescue dari kalangan Syubban (pemuda) dan Fatayat (pemudi) yang memiliki kemampuan teknis sekaligus pemahaman nilai perjuangan dan aqidah jama’ah imamah guna menghadapi tantangan kebencanaan yang semakin kompleks.
Endang Sudrajat menyebut rekrutmen anggota baru adalah investasi untuk masa depan UAR yang kuat, militan, dan berkelanjutan. “Karena itu, proses rekrutmen anggota baru akan dilakukan secara bertahap dan terukur melalui orientasi UAR, seleksi administrasi, pemeriksaan kesehatan, hingga pendidikan dasar rescue,” ujar Endang Sudrajat.
Selain itu, Ketua Umum UAR juga menekankan pentingnya peningkatan kemampuan teknis personel melalui sistem pelatihan berjenjang. Mulai dari pelatihan dasar hingga spesialisasi seperti water rescue (WR), medical first responder (MFR), high angle rescue technique (HART), jungle rescue (operasi hutan dan pegunungan), dan vehicle accident rescue (VAR) atau penanganan kecelakaan kendaraan.
Oleh karennya kesiapan personel rescue harus dibangun secara sistematis agar UAR mampu merespons berbagai kondisi kebencanaan secara cepat, efektif, dan terkoordinasi.
Dalam pemaparannya, Endang Sudrajat juga menjelaskan konsep zonasi tanggap darurat bencana yang dibagi berdasarkan level kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional. Sistem ini dirancang untuk memperjelas tanggung jawab organisasi sekaligus mempercepat mobilisasi personel dan logistik saat terjadi bencana.
Di bidang pendanaan, UAR menegaskan komitmennya untuk menerapkan prinsip amanah, transparan, akuntabel, tepat sasaran, dan sesuai syariat dalam setiap aktivitas penggalangan dana maupun penggunaan operasional lapangan.
Musyawarah berlangsung dinamis dengan berbagai laporan setiap Korwil dan masukan dari peserta daerah terkait penguatan koordinasi dan pengembangan organisasi di wilayah masing-masing.
Melalui musyawarah ini, UAR berharap seluruh jajaran organisasi semakin siap menjalankan tugas kemanusiaan secara profesional, terstruktur, dan berkelanjutan demi memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. [am]
Musyawarah Nasional UAR Tekankan Penguatan SDM Rescue dan Konsolidasi Organisasi