AESENNEWS.COM, LEBAK – BANTEN, Semenjak ramainya operasi kegiatan tambang rakyat yang diduga ilegal diarea milik Perum Perhutani BKPH Bayah oleh APH dan petugas Perhutani, berdampak nyata pada mata pencaharian rakyat kecil, hal ini dirasa secara langsung baik oleh Korlap, pengepul barubara, buruh loding (bongkar muat)pedagang kecil dan tentunya rakyat kecil yang sehari-hari mengambil batu bara yang berada didalam tanah.
Salah seorang warga yang identitasnya mohon disembunyikan mengatakan, jujur pak saya selaku buruh yang setiap hari ikut sama rekan loding batu bara merasa prihatin ketika pertambangan batu bara rakyat sering dioperasi /ditutup, karena semenjak ditutup berdampak langsung terhadap pekerjaan kami, ujarnya sambil menangis sedih. Senin (15/6/2026)
Selanjutnya ia juga meminta kepada pemerintah dan instansi yang berwenang agar bijak menyikapi kegiatan tambang rakyat ini, karena hanya inilah mata pencaharian kami untuk menafkahi anak dan isteri kami, imbuhnya.
Dengan tidak ada aktivitas kami merasa bingung harus ngomong apa pada anak dan istri saya ketika saya pulang tidak bawa uang, tutupnya sambil meneteskan air mata.
Terpisah Aktivis lebak selatan Deni Ismayadi angkat bicara, mensikapi persoalan tambang rakyat yang katanya ilegal saya pun berharap kepada pihak yang berwenang agar bijak dalam mensikapi ini, apalagi saat ini harga-harga kebutuhan pokok dan lainnya sudah pada naik, ucap Deni.
Deni juga menambahkan bahwa persoalan bangsa ini yang dari dulu belum bisa tertangani ialah lapangan kerja, pemerintah faktanya sepertinya sulit juga mengupayakan semua rakyatnya memiliki pekerjaan yang layak, masyarakat sudah mandiri dengan menciptakan lapangan kerja, walaupun ilegal baiknya bimbinglah, karena adanya negara pasti rakyatnya, negara akan kuat dan aman apabila rakyatnya hidup sejahtera, harga-harga mau naik tinggi sekalipun tak jadi soal kalaulah cari uang gampang dan nyaman, pungkas Deni.
Reporter : Ab- Tim
Nestapa Buruh Loding Batubara, Dampak Pertambangan Ditutup
