Tokyo, Jepang, Jobuzo — Di tengah meningkatnya tantangan adaptasi sosial dan tekanan mental yang dihadapi banyak warga negara Indonesia di Jepang, Sansan, pendiri komunitas edukasi NandeNihon, meluncurkan layanan konseling gratis yang ditujukan khusus bagi masyarakat Indonesia, baik yang sedang tinggal di Jepang maupun yang berencana datang ke Negeri Sakura.
Layanan ini hadir sebagai respons terhadap fenomena sosial yang semakin terlihat di kalangan diaspora Indonesia di Jepang, di mana banyak individu mengalami kesulitan mengekspresikan diri dan berbagi cerita. Perbedaan budaya komunikasi serta gaya hidup masyarakat Jepang yang cenderung lebih tertutup membuat sebagian WNI perlahan beradaptasi menjadi lebih individualis dan jarang membuka diri, bahkan kepada sesama orang Indonesia.
Sansan menjelaskan bahwa layanan konseling ini tidak hanya berfokus pada kesehatan mental, tetapi juga mencakup berbagai aspek kehidupan, seperti permasalahan pribadi, karier, sosial, hingga spiritual. Menurutnya, kebutuhan untuk memiliki ruang aman bercerita seringkali diabaikan, padahal hal tersebut merupakan bagian penting dalam menjaga keseimbangan emosional seseorang.
“Banyak orang berpikir bahwa bercerita harus selalu berujung pada solusi atau motivasi. Padahal, dalam banyak situasi, seseorang hanya ingin didengar tanpa dihakimi. Dari situlah ide layanan konseling gratis ini muncul,” ujar Sansan.
Ia menambahkan bahwa kehidupan di Jepang yang serba praktis dan nyaman seringkali membuat orang terbiasa menghabiskan waktu sendiri. Hal tersebut memang tidak selalu berdampak negatif, namun dalam jangka panjang dapat mengurangi interaksi sosial dan membuat seseorang kehilangan ruang untuk mengekspresikan perasaan secara terbuka.
Fenomena lain yang juga menjadi perhatian adalah perubahan pola interaksi antar sesama warga Indonesia di Jepang. Tidak sedikit yang merasa bahwa ketika bertemu di jalan, sesama orang Indonesia pun tidak selalu saling menyapa. Kondisi ini berbeda dengan budaya sosial di Indonesia yang lebih hangat dan terbuka.
Melalui NandeNihon, Sansan ingin mengembalikan rasa kebersamaan tersebut dengan menyediakan ruang komunikasi yang aman dan nyaman. Layanan konseling ini dirancang agar siapa pun dapat berbagi cerita tanpa rasa takut akan stigma atau penilaian negatif.
Selain konseling terkait kesehatan mental dan kehidupan pribadi, NandeNihon juga menyediakan konsultasi gratis mengenai kehidupan di Jepang. Layanan ini ditujukan bagi masyarakat Indonesia yang sedang mempersiapkan diri untuk datang ke Jepang, baik untuk studi, bekerja, maupun keperluan lainnya.
Dalam sesi konsultasi tersebut, pengguna dapat menanyakan berbagai hal, mulai dari budaya kerja, aturan sosial, hingga kebiasaan sehari-hari yang perlu dipahami sebelum tinggal di Jepang. Sansan berharap informasi yang diberikan dapat membantu calon pendatang mengurangi culture shock dan beradaptasi lebih cepat ketika tiba di Jepang.
“Banyak orang datang ke Jepang dengan ekspektasi tinggi, tetapi tidak semua siap dengan realitas sosial dan budaya yang berbeda. Dengan adanya konsultasi ini, kami ingin membantu mereka memahami Jepang secara lebih realistis sebelum benar-benar datang,” jelasnya.
NandeNihon menegaskan bahwa seluruh layanan konseling dilakukan dengan menjunjung tinggi kerahasiaan dan privasi pengguna. Identitas serta isi percakapan akan dijaga secara ketat, sehingga pengguna dapat merasa aman saat berbagi cerita.
Sansan juga mengingatkan bahwa berbagi cerita bukanlah membuka aib, selama dilakukan di tempat dan kepada orang yang tepat. Ia menilai penting bagi masyarakat untuk mengubah sudut pandang terhadap konseling, dari sesuatu yang dianggap tabu menjadi bentuk kepedulian terhadap diri sendiri.
Sejak diumumkan, layanan ini mulai menarik perhatian komunitas kecil diaspora Indonesia yang selama ini mencari ruang aman untuk berdiskusi mengenai masalah pribadi maupun tantangan hidup di Jepang. Sansan berharap inisiatif ini dapat berkembang menjadi gerakan sosial yang lebih luas di masa depan.
Melalui langkah ini, Sansan dan NandeNihon tidak hanya berfokus pada edukasi bahasa Jepang, tetapi juga ingin berperan sebagai jembatan sosial dan emosional bagi masyarakat Indonesia di luar negeri. Ia percaya bahwa komunitas yang kuat tidak hanya dibangun dari kesamaan bahasa dan asal negara, tetapi juga dari keberanian untuk saling mendengar dan memahami.
Tentang NandeNihon
NandeNihon merupakan komunitas edukasi yang berfokus pada pembelajaran bahasa Jepang dan penyebaran informasi budaya Jepang untuk masyarakat Indonesia. Selain menyediakan kelas bahasa Jepang secara daring, komunitas ini juga aktif menghadirkan program sosial dan edukatif, termasuk layanan konseling gratis dan konsultasi kehidupan di Jepang, sebagai bentuk dukungan bagi diaspora Indonesia dan calon pelajar maupun pekerja migran.
Sansan Hadirkan Konseling Gratis Lewat NandeNihon untuk WNI di Jepang
