ACEH TAMIANG, Jobuzo — Pagi itu, Senin 22 Desember 2025, suasana Masjid Al-Ikhwan di Kampung Paya Bedi, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang terasa berbeda. Sejak pukul 06.00 WIB, satu per satu warga, mayoritas ibu-ibu dan lansia, datang dengan langkah perlahan. Mereka membawa keluhan kesehatan sekaligus harapan untuk kembali pulih setelah masa-masa sulit pascabencana.
Di masjid tersebut, Tim Relawan Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) Muslimat membuka layanan kesehatan gratis hingga pukul 11.00 WIB. Dengan penuh ketelatenan, relawan memeriksa tekanan darah, mendengarkan keluhan warga, lalu memberikan terapi bekam, topung, dan refleksi sesuai kondisi masing-masing.
Sebanyak 15 warga perempuan mendapatkan layanan kesehatan pada hari itu. Keluhan yang disampaikan beragam, mulai dari darah tinggi, kolesterol, asam lambung, nyeri pinggang, pegal-pegal, masuk angin, hingga kelelahan fisik. Bagi sebagian lansia, layanan ini menjadi pertolongan berarti di tengah keterbatasan akses pengobatan.
“Sudah lama badan terasa berat dan sakit. Alhamdulillah setelah dibekam rasanya lebih ringan, kepala yang tadinya susah digerakkan sekarang sudah bisa digeleng-gelengkan. Terima kasih UAR Muslimat,” ujar Nuraida, salah satu warga usai menjalani terapi.
Tak hanya menyentuh aspek fisik, UAR Muslimat juga memberikan trauma healing bagi warga dewasa dan anak-anak. Di sela kegiatan, relawan membagikan kurma dan makanan ringan, menghadirkan senyum dan tawa kecil yang perlahan mengusir kecemasan akibat bencana.

Bagi para relawan, kegiatan ini bukan sekadar pelayanan medis, melainkan bentuk kepedulian dan empati. Sentuhan tangan, sapaan hangat, dan kesediaan mendengarkan keluh kesah warga menjadi bagian dari proses pemulihan yang tak kalah penting.
Relawan UAR muslimin pada hari yang sama juga memberikan layanan thibun nabawi berupa bekam dan totok punggung (topung) kepada warga masyarakat secara gratis. Satu di antara puluhan warga yang mendapat layanan terapi dari Tim UAR adalah Iskandar.
Laki-laki berusia sekitar 60 tahun itu merupakan relawan kemanusiaan dari Magelang, Jawa Tengah yang sedang melaksanakan tugas kemanusiaan di Aceh. Ia diterapi oleh Mughiroh terapis UAR asal Bogor yang baru datang beberapa hari di Aceh bersama 25 rekan relawan lainnya.
“Alhamdulillah setelah dibekam badan jadi terasa enak, enteng. Terima kasih kepada tim terapis Ukhuwah Al-Fatah Rescue, semoga sehat selalu dan diberi kemudahan dalam melaksanakan tugas kemanusiaan,” kata Iskandar.
Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) terus hadir mendampingi masyarakat Aceh Tamiang, membantu mereka bangkit tidak hanya dengan bantuan materi, tetapi juga dengan perhatian, doa, dan ketulusan. [am]
Sentuhan Kemanusiaan UAR Muslimat di Aceh Tamiang