Palu, Jobuzo – Dugaan buruknya pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) di RS Woodward Palu menuai sorotan publik setelah viral di media sosial. Keluhan yang diunggah akun Facebook pada 7 April 2026 itu menyebut pasien tidak segera ditangani dan hanya diberi informasi bahwa ruang IGD penuh tanpa solusi lanjutan.
Menanggapi hal tersebut, manajemen RS Woodward akhirnya memberikan klarifikasi resmi. Pihak rumah sakit menyatakan bahwa saat kejadian berlangsung, IGD berada dalam kondisi overcapacity, di mana seluruh tempat tidur telah terisi, termasuk area triase.
Namun, di tengah klarifikasi tersebut, muncul sejumlah pertanyaan publik terkait penerapan standar operasional prosedur (SOP), khususnya dalam kondisi darurat.
Prioritas Pasien Kritis Jadi Alasan
Manajemen menjelaskan bahwa saat pasien datang, tenaga medis tengah menangani pasien dalam kondisi kritis yang membutuhkan tindakan segera. Hal ini disebut sesuai dengan prinsip penanganan kegawatdaruratan yang memprioritaskan pasien dengan tingkat keparahan tertinggi.
Namun, publik mempertanyakan: apakah kondisi tersebut membenarkan tidak dilakukannya triase terhadap pasien yang baru datang?
Prosedur Triase Jadi Sorotan
Pihak rumah sakit menyebut keluarga pasien tidak melalui jalur triase dan langsung mendekati perawat yang sedang menangani pasien kritis. Di sisi lain, kondisi IGD yang penuh disebut menjadi kendala dalam pelaksanaan alur pelayanan secara ideal.
Situasi ini memunculkan pertanyaan lanjutan terkait kesiapan sistem triase dalam kondisi lonjakan pasien.
Tidak Ada Alternatif?
Keluhan yang beredar juga menyoroti minimnya opsi yang diberikan kepada pasien, seperti rujukan atau tindakan awal medis.
Manajemen mengklaim bahwa perawat telah menyampaikan kondisi “bed full” secara jujur. Setelah pasien kritis selesai ditangani, petugas disebut berupaya mencari keluarga pasien untuk menawarkan opsi menunggu. Namun, pasien dan keluarga telah meninggalkan IGD.
Evaluasi dan Transparansi Ditunggu
Kasus ini kini memasuki fase klarifikasi publik. Redaksi media telah mengirimkan permintaan konfirmasi resmi yang mencakup:
1. Penerapan SOP saat IGD penuh,
2, Mekanisme rujukan pasien,
3. Hingga evaluasi internal tenaga medis.
Publik kini menunggu transparansi dari pihak rumah sakit, termasuk langkah konkret agar kejadian serupa tidak terulang.
IGD RS Woodward Palu Disorot, Overcapacity, SOP Dipertanyakan, Manajemen Buka Suara