Bojongsari, Jobuzo 一 Kelompok mahasiswa jurusan Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) sukses meluncurkan program inovatif “ADIBRATA” (Aksi Dukungan Gizi, Beri ASI Eksklusif, dan Berantas Risiko Anak Tumbuh Stunting). Program ini digelar di Desa Bojongsari, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, pada Kamis (21/5).
Program intervensi yang diinisiasi oleh Azhar Kautsar Fajri, Wawa Najwa Nurzakia, Umi Nur Hasanah, Rizqi Putri Chyntia Maharani, Sherly Winenza Felisia Adi, Alya Ratna Palupi, dan Wakhidah Nabila Miftakhul Azzha ini dirancang sebagai upaya konkret pemberdayaan ibu hamil dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta keterampilan guna mencegah stunting sejak dini.
Langkah taktis ini diambil berdasarkan temuan riset mandiri yang dilakukan oleh mahasiswa saat Praktik Belajar Lapangan (PBL) I sebelumnya. Dari basis data yang dihimpun langsung di lapangan tersebut, ditemukan adanya konsistensi prevalensi stunting di Desa Bojongsari dalam beberapa tahun terakhir. Hasil kajian ilmiah mahasiswa juga menunjukkan bahwa angka stunting di wilayah tersebut dipengaruhi oleh dua faktor krusial, yakni tingkat pendidikan ibu dan riwayat pemberian ASI eksklusif. Menanggapi urgensi dari data tersebut, penguatan edukasi mengenai gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dinilai menjadi strategi yang harus segera diintervensi pada PBL II ini.
Bergerak secara kolaboratif, para mahasiswa sukses merangkul Pemerintah Desa Bojongsari, Puskesmas Kembaran II, kader kesehatan, bidan desa, hingga puluhan ibu hamil setempat. Jalannya program ini juga dikawal langsung oleh jajaran akademisi, yakni Suryanto, S.K.M., M.Sc. selaku dosen pembimbing akademik; Dinarviana Indah K., S.K.M. selaku pembimbing lapangan; dan Septiono Bangun Sugiharto, S.K.M., M.PH. selaku dosen penguji akademik Praktik Belajar Lapangan (PBL) II.

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Ketua Kelompok 19 Mahasiswa Unsoed, Azhar Kautsar Fajri. Ia menegaskan pentingnya intervensi preventif sejak masa kehamilan.
“Program ADIBRATA ini hadir sebagai langkah nyata kami untuk mencegah risiko stunting sejak dini melalui edukasi bagi ibu hamil. Kami berharap kegiatan ini bisa meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya gizi dan ASI eksklusif demi mendukung tumbuh kembang anak yang optimal,” tegas Azhar.
Inisiatif ini pun mendapat lampu hijau dan apresiasi mendalam dari Kepala Desa Bojongsari, Aksin Nurwanto, yang hadir sekaligus membuka acara secara resmi.
“Kami sangat menyambut baik program ADIBRATA dari mahasiswa Unsoed ini. Kehadiran program ini sangat membantu warga kami, khususnya ibu hamil, agar lebih paham mengenai pemenuhan gizi dan ASI eksklusif demi menekan angka stunting di Desa Bojongsari,” tutur Aksin Nurwanto.
Sebelum materi intervensi dipaparkan, para peserta terlebih dahulu menjalani pre-test untuk mengukur pemahaman awal mereka. Memasuki sesi inti, mahasiswa menyajikan sosialisasi komprehensif mengenai bahaya stunting dan urgensi pemberian ASI eksklusif sebagai perlindungan utama bayi.
Tidak sekadar teori, edukasi ini dikemas menarik melalui metode demonstrasi menyusui yang presisi. Memanfaatkan alat peraga interaktif seperti balon simulasi, pompa ASI, dan model anatomi payudara, para ibu hamil diajarkan secara langsung mengenai teknik pelekatan yang benar, posisi menyusui yang ergonomis, serta strategi menjaga kelancaran produksi ASI.
Setelah sesi sosialisasi dan demonstrasi dilaksanakan, ibu hamil diberikan kesempatan untuk bertanya maupun berbagi pengetahuan dan pengalamannya terkait stunting dan ASI eksklusif. Interaksi antara mahasiswa dan ibu hamil juga dijalin melalui pemaparan quiz singkat berupa ‘mitos atau fakta tentang stunting dan ASI eksklusif’. Selanjutnya, kegiatan ini dilanjutkan dengan sesi post-test, dimana para peserta kegiatan ini diberikan pertanyaan serupa dengan sesi pre-test untuk menilai sejauh mana keberhasilan intervensi ini dalam meningkatkan pengetahuan mereka.
Menariknya, program ini tidak berhenti di ruang pertemuan. Seluruh data dan hasil intervensi di lapangan kemudian dikonversi oleh mahasiswa menjadi dokumen kebijakan berbentuk policy brief. Dokumen strategis ini diserahkan langsung kepada Kepala Puskesmas Kembaran II sebagai usulan program berkelanjutan demi memastikan pencegahan stunting di Desa Bojongsari berjalan dalam jangka panjang.
Melalui suksesnya program ADIBRATA ini, mahasiswa Kesehatan Masyarakat Unsoed mempertegas perannya sebagai agen perubahan dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak. Ilmu dan praktik yang telah didapatkan para ibu hamil di Desa Bojongsari diharapkan bisa langsung diterapkan di rumah, serta dapat menjadi modal penting untuk melindungi anak dari risiko stunting demi masa depan yang lebih sehat.
Cegah Stunting Sejak Dini, Mahasiswa Kesmas Unsoed Gelar Program ADIBRATA di Bojongsari