Jobuzo – Kuliah Kerja Nyata Program Pengabdian Kepada Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) kelompok 79 turut serta dalam Pemberdayaan Masyarakat Mojohuro dengan Semangat Kolaborasi, Pengabdian, dan aksi Nyata. Kelompok KKN-PPM 79 dibimbing oleh Dosen UMBY yakni Ir. Ajat Sudrajat, S.Pt., M.Pt., IPP.
Dengan mengusung tema pengabdian masyarakat “Pemberdayaan Masyarakat Mojohuro dengan Semangat Kolaborasi, Pengabdian, dan Aksi Nyata,” mahasiswa KKN-PPM Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Kelompok 79 turut serta dalam pelaksanaan tradisi budaya Merti Dusun. Tradisi ini merupakan bagian dari perayaan Saparan tahunan yang diselenggarakan setiap bulan Safar dalam kalender Hijriah. Kegiatan ini dilakukan di Padukuhan Mojohuro, Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi bentuk nyata pengabdian sekaligus kontribusi dalam pelestarian budaya lokal bersama masyarakat setempat. Jumat, (1/08/2025).
Persiapan dan Latihan dilakukan selama kurang lebih tiga hari untuk mempersiapkan kostum, properti, serta latihan bregada. Evaluasi pelatihan dilakukan secara berkala agar hasil penampilan menjadi maksimal pada puncak acara. Masyarakat mojohuro mengusung tema kirab bregada keprajuritan dan kirab bregada rakyat.

Kegiatan Kirab ini dimeriahkan dengan membawa gunungan sayuran dan buah-buahan atau hasil bumi yang diarak menuju Sendang Gayam. Bapak Dukuh Sulistyo Prihadmadi mengatakan “Kegiatan ini merupakan suatu tradisi turun-temurun yang digelar di bulan safar dan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur dan harapan agar diberikan keselamatan.” Senin, (11/8/2025).
Ketua KKN kelompok 79, IGB Lintas Langit R. R. R mengatakan “Budaya Saparan ini salah satu warisan tradisi yang memiliki nilai kebersamaan dan gotong royong yang sangat kuat. Terlibat langsung dalam acara ini membuat saya lebih memahami makna dan prosesnya, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan. Saya merasa senang dan bangga bisa ikut berkontribusi secara langsung dalam acara ini. Keterlibatan ini juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antar warga dan generasi muda agar budaya Saparan tetap lestari.” Senin, (11/8/2025).

Menurut Bapak Yunantoro, salah satu warga Padukuhan Mojohuro, tradisi Saparan memiliki makna sebagai wujud rasa syukur serta ajakan untuk saling berbagi antar sesama. Dalam pelaksanaannya, terutama saat kenduri, masyarakat secara sukarela membagikan makanan yang mereka buat kepada para pendatang. Ia juga mengenang pengalamannya di masa kecil, di mana seminggu sebelum Saparan digelar, banyak pengemis datang ke dusun, dan warga merespons dengan penuh kebaikan, memberikan uang maupun makanan kepada mereka sebagai bentuk kepedulian sosial dan kebersamaan. Rabu, (13/8/2025).
Bersama Masyarakat Mojohuro, Mahasiswa KKN UMBY Kelompok 79 ikut serta dalam tradisi Merti Dusun
