Jobuzo – Mobil listrik Wuling BinguoEV terbakar belum lama ini yang turut menghanguskan empat rumah di sekitarnya, termasuk menewaskan 5 orang di Penjaringan, Jakarta Barat. Kira-kira apa penyebab terjadinya kebakaran ini?
Berdasarkan keterangan dari Kasiops damkar Jakarta Utara, Gatot Sulaiman, dugaan adanya korsleting pada saat mobil listrik tersebut dicharge hingga menyebabkan api.
“Pemilik rumah sedang men-charge sebuah unit mobil listrik miliknya, kemudian terjadi fenomena listrik yang menyebabkan ledakan pada mobil tersebut,” jelas Gatot dalam keterangannya.
Sejauh ini pihak Wuling Indonesia masih melakukan penyelidikan dan belum memberikan keterangan apa pun terkait insiden tersebut.
Namun seorang pakar standarisasi pengisian kendaraan listrik, Gofar Mahendra dari EV Safe, memberikan analisanya.
Baca Juga :

Menurutnya kejadian mobil listrik yang terbakar di Penjaringan, Jakarta Utara, tidak bisa disederhanakan sebagai mobil listrik yang terbakar.
“Berdasarkan informasi awal dan pengamatan teknis, kebakaran tersebut jauh lebih mungkin dipicu oleh masalah instalasi listrik saat pengisian daya, yang kemudian diperparah oleh lingkungan sekitar yang penuh bahan mudah terbakar,” ujar Gofar kepada Jobuzo.
Gofar mengatakan, mengisi daya mobil listrik terutama menggunakan home charger berdaya sekitar 7 kW membutuhkan arus listrik yang besar dan durasi yang lama hingga berjam-jam.
Hal ini tentu sangat berbeda dengan penggunaan listrik rumah tangga biasa seperti setrika atau rice cooker. Sehingga untuk dapat mengisi daya baterai mobil listrik di rumah, sistem pengamannya harus benar-benar sesuai.
“Jika tidak, panas berlebih bisa muncul di kabel atau pemutus listrik (MCB), memicu percikan api,” jelas Gofar.
Gofar juga mengatakan banyak laporan dari komunitas pengguna mobil listrik yang menunjukkan banyaknya kasus MCB yang tidak sesuai kapasitas untuk pengisian daya mobil listrik.
Hal ini membaut panas yang berlebih pada MCB bahkan bisa menyebabkan terbakar. Padahal MCB memiliki peran untuk melindungi, bukan menjadi sumber masalah.
Berdasarkan hasil pengamatan Gofar pada foto kendaraan yang terbakar, tidak terlihat tanda-tanda kebakaran akibat kerusakan baterai atau thermal runaway.
Baca Juga :

“Dalam banyak kasus kebakaran baterai mobil listrik di berbagai negara, kendaraan biasanya hangus hampir seluruhnya, terutama di bagian bawah tempat baterai berada. Api juga sangat sulit dipadamkan dan bisa menyala kembali berjam-jam kemudian,” sebut Gofar.
“Pada kejadian di Penjaringan, pola kerusakan tidak menunjukkan ciri tersebut. Api justru cepat menyebar ke bangunan dan barang-barang di sekitar lokasi. Ini menguatkan dugaan bahwa api berasal dari luar baterai, bukan dari dalam baterai mobil listrik itu sendiri,” tambahnya.
Menurut Gofar, dari kejadian ini ada beberapa hal yang bisa diambil pelajaran terutama soal pengisian daya mobil listrik di rumah.
“Pengisian daya mobil listrik harus dipasang oleh tenaga yang kompeten, dengan sistem pengaman yang sesuai. Area pengisian daya tidak boleh bercampur dengan penyimpanan bahan mudah terbakar. Edukasi keselamatan harus berjalan seiring dengan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik,” pungkasnya.
Bukan Baterai, Pakar Ungkap BinguoEV Terbakar di Penjaringan
