Ethan bertemu Nora secara kebetulan melalui teman-teman bersama selama perjalanan panjat tebing. Perjalanan itu direncanakan sebagai petualangan yang mudah: tali, pengaman, beberapa jalur, dan malam di dekat api unggun.
Awalnya, semuanya terasa familiar dan aman. Tetapi dalam beberapa minggu terakhir, percakapan semakin beralih ke tingkat kesulitan yang baru. Panjat tebing bebas bukan lagi ide abstrak—itu adalah langkah selanjutnya.
Jalur ini tidak sembarangan. Mereka dengan hati-hati memilih dinding yang membutuhkan konsentrasi dan kepercayaan diri penuh.
“Kurasa kita sudah siap,” kata Ethan pelan, tanpa menyembunyikan ketegangan.
Pendakian dimulai dengan percaya diri. Batu mendinginkan telapak tangannya, kapur berhamburan di jari-jarinya, napasnya bercampur dengan angin. Dan tiba-tiba, Ethan mendengar suara yang seharusnya tidak ada.
Awalnya, dia menganggapnya sebagai hembusan angin. Tetapi suara itu berulang.
“Nora… apa kau dengar itu?”
Para pendaki menemukan sebuah rumah di Mountain Side. Lalu mereka mengintip ke dalamnya!
