Penulis: Rizky Disti Fernandi
Dosen Pembimbing Lapangan: Zida Wahyuddin, S.Pd., M.Si.
GRESIK, Jobuzo – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya menggelar Pelatihan Pemanfaatan Barang Bekas Menjadi Alat Peraga Edukasi (APE) Coding Berbasis Maze dan Huruf bagi guru KB Al-Firdaus Darunnajah di Desa Sidokumpul, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut dilaksanakan oleh Subkelompok Pelatihan 1 yang beranggotakan Chava, Gangga, Yusfi, dan Rizky, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Zida Wahyuddin, S.Pd., M.Si.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kreativitas dan kompetensi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam mengembangkan media pembelajaran yang inovatif, ekonomis, serta ramah lingkungan.
Melalui kegiatan tersebut, para guru diajak memanfaatkan berbagai barang bekas, seperti tutup botol air minum, karton dupleks, dan kain flanel, untuk diolah menjadi alat peraga edukasi yang dapat digunakan dalam kegiatan belajar mengajar.
Terdapat dua media utama yang diperkenalkan dalam pelatihan, yaitu APE Coding Huruf dan APE Coding Maze. Kedua media tersebut dirancang untuk membantu anak usia dini mengenal huruf, melatih kemampuan berpikir logis, serta mengenalkan konsep dasar coding tanpa menggunakan perangkat elektronik atau unplugged coding.
Selain itu, APE tersebut dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah, koordinasi motorik, konsentrasi, dan kreativitas anak melalui aktivitas bermain yang interaktif dan menyenangkan.
Dalam sesi pelatihan, para guru tidak hanya memperoleh penjelasan mengenai konsep dan manfaat APE, tetapi juga mengikuti praktik langsung pembuatan media pembelajaran.
Guru-guru mendapatkan pendampingan mulai dari proses menyiapkan bahan, membuat pola dan desain, hingga merakit media agar dapat langsung digunakan dalam kegiatan pembelajaran di kelas.

Ketua Subkelompok Pelatihan 1 menyampaikan bahwa kegiatan tersebut ingin menunjukkan bahwa media pembelajaran yang kreatif tidak selalu membutuhkan biaya besar.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin menunjukkan bahwa pembelajaran yang kreatif tidak selalu membutuhkan biaya mahal. Barang bekas ternyata dapat diubah menjadi media edukatif yang mampu melatih kemampuan literasi, logika, dan motorik anak usia dini,” ujarnya.
Antusiasme terlihat dari para guru KB Al-Firdaus Darunnajah yang aktif mengikuti setiap tahapan pelatihan. Selain memperoleh keterampilan baru dalam membuat APE, para guru juga berdiskusi mengenai cara menerapkan media tersebut dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik PAUD.
Program pengabdian masyarakat ini menjadi salah satu bentuk komitmen mahasiswa KKN Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Desa Sidokumpul.
Pelatihan tersebut diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan menyenangkan.
Pemanfaatan barang bekas sebagai alat peraga juga diharapkan menjadi sarana edukasi bagi anak-anak mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan menerapkan prinsip daur ulang sejak usia dini.
Pelatihan Pemanfaatan Barang Bekas Menjadi APE Coding Tingkatkan Kreativitas Guru PAUD di Desa Sidokumpul
