Penulis: Muhammad Muhib Maulana
Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya
Lamongan, Jobuzo – Manusia hidup berdampingan dengan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup. Memasuki era Society 5.0 yang ditandai dengan masifnya arus informasi digital, media sosial menjadi ruang bertemunya beragam informasi dari berbagai penjuru.
Informasi yang disajikan secara menarik akan lebih mudah mendapatkan perhatian. Oleh karena itu, keterampilan mengolah data dan informasi dalam bentuk visual sangat diperlukan agar pesan dapat tersampaikan kepada audiens secara jelas dan efektif.
Sebagai upaya meningkatkan literasi digital dan kreativitas generasi muda, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 49 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya menggelar Workshop Basic Editing di Desa Kendalkemlagi, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, pada 1 Juli 2026.
Kegiatan yang menyasar anak-anak dan remaja berusia maksimal 18 tahun tersebut menjadi salah satu program kerja mahasiswa KKN untuk memberikan keterampilan dasar dalam membuat konten digital yang menarik dan bermanfaat.
Melalui pelatihan ini, peserta diperkenalkan dengan penggunaan aplikasi Canva dan CapCut sebagai media untuk membuat desain grafis serta menyunting video secara mudah. Program tersebut diharapkan dapat mendorong peserta memanfaatkan teknologi digital secara produktif, baik untuk kebutuhan belajar maupun pengembangan potensi diri.
Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari kalangan pelajar di Desa Kendalkemlagi. Selama pelatihan berlangsung, mahasiswa KKN memberikan materi secara bertahap, dimulai dari pengenalan fitur-fitur dasar Canva, teknik menyusun desain yang menarik, hingga praktik membuat poster sederhana.
Setelah itu, peserta diajak mengenal aplikasi CapCut untuk mempelajari dasar-dasar penyuntingan video, seperti memotong klip, menambahkan teks, musik, transisi, dan efek visual sederhana.
Penyampaian materi dilakukan melalui penjelasan singkat yang dilanjutkan dengan praktik langsung. Dengan metode tersebut, peserta dapat mencoba setiap tahapan penyuntingan menggunakan telepon genggam masing-masing.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan. Mereka aktif mengikuti arahan pemateri, mengajukan pertanyaan, serta mencoba berbagai fitur yang diperkenalkan.
Pendekatan interaktif diterapkan agar mahasiswa KKN dapat mendampingi peserta secara langsung ketika mengalami kesulitan. Cara tersebut membuat peserta lebih mudah memahami materi dan berani bereksplorasi untuk menghasilkan karya sederhana sesuai kreativitas masing-masing.
Pada akhir sesi, beberapa peserta berhasil menyelesaikan desain poster dan video pendek.
Koordinator Workshop Basic Editing, Rosyid, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut dirancang untuk memberikan keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi saat ini.
Menurutnya, kemampuan mengolah desain dan video telah menjadi salah satu kompetensi yang bermanfaat bagi pelajar, baik untuk mendukung tugas sekolah maupun sebagai bekal dalam mengembangkan kreativitas di era digital.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada saat workshop saja. Ilmu yang diperoleh peserta dapat terus dipraktikkan sehingga mereka mampu menghasilkan konten yang kreatif, informatif, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujar Rosyid.
Salah seorang peserta mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut karena memperoleh pengalaman baru yang sebelumnya belum pernah dipelajari secara langsung.
“Membuat poster dan mengedit video ternyata tidak sesulit yang saya bayangkan. Penjelasan dari kakak-kakak KKN mudah dipahami, sehingga saya menjadi lebih percaya diri untuk mencoba membuat konten sendiri,” ungkapnya.
Menurut peserta tersebut, pelatihan basic editing sangat bermanfaat karena memberikan keterampilan yang dapat digunakan untuk kegiatan sekolah maupun dalam memanfaatkan media sosial secara lebih positif.
Kegiatan ini juga mendapatkan sambutan baik dari perangkat desa yang turut hadir dan mendampingi jalannya workshop. Mereka menilai program tersebut mampu memberikan wawasan baru kepada generasi muda mengenai pemanfaatan teknologi secara bijak dan kreatif.
Selain mengembangkan kemampuan teknis, pelatihan tersebut juga mendorong peserta untuk menghasilkan konten yang bernilai positif. Keterampilan itu dapat dimanfaatkan sebagai media promosi berbagai potensi Desa Kendalkemlagi, termasuk produk usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM setempat.
Melalui Workshop Basic Editing, mahasiswa KKN Kelompok 49 UIN Sunan Ampel Surabaya berupaya menghadirkan program yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Keterampilan dasar menggunakan Canva dan CapCut diharapkan menjadi bekal awal bagi anak-anak dan remaja Desa Kendalkemlagi untuk terus belajar, berkreasi, serta mengikuti perkembangan teknologi digital secara bertanggung jawab.
Kegiatan tersebut juga menjadi wujud pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui transfer pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan generasi muda di era digital. Dengan demikian, manfaat pelatihan diharapkan dapat terus dirasakan meskipun pelaksanaan KKN telah berakhir.
Workshop Basic Editing Bekali Remaja Kendalkemlagi dengan Keterampilan Konten Digital
