Jobuzo – Gelaran Pertamax Turbo Motoprix 2026 Seri 2 di Boyolali (13-14/6), menjadi bukti nyata bahwa balap motor nasional mulai kembali bergairah. Setelah beberapa musim sempat mengalami penurunan jumlah peserta, seri kedua musim 2026 justru menghadirkan persaingan yang sangat ramai di hampir seluruh kelas yang dipertandingkan.
- About The Author
Paling mencolok terjadi di kelas-kelas pembinaan seperti Novice, Rookie, dan Beginner. Jumlah peserta yang melebihi kapasitas grid membuat panitia harus menerapkan sistem gugur pada sesi kualifikasi.
Dengan maksimal 24 pembalap yang berhak start, sejumlah rider terpaksa gagal lolos ke balapan utama karena tingginya jumlah peserta. Bahkan di kelas Beginner, jumlah starter mencapai sekitar 30 pembalap, angka yang menunjukkan antusiasme luar biasa dari para talenta muda.
Tak hanya di sirkuit, peningkatan juga terlihat dari sisi penonton. Jumlah pemirsa live streaming pada seri Boyolali dilaporkan mengalami kenaikan dibanding putaran pembuka di Surabaya.
Kondisi ini menjadi indikasi bahwa Motoprix kembali mendapatkan perhatian dari masyarakat dan pecinta balap motor Tanah Air.

Ramainya peserta dan tingginya antusiasme penonton membuat banyak pihak kembali menyebut Region B Jawa-Bali-NTB sebagai “region neraka”, julukan yang pernah sangat populer di era tahun 2018 kebawah. Saat itu, region ini dikenal sebagai kawah candradimuka yang melahirkan banyak pembalap berbakat hingga mampu menembus level Asia dan dunia.
Melihat perkembangan tersebut, Motoprix 2026 bisa menjadi titik balik kebangkitan Kejurnas balap motor Indonesia.
So, dengan persaingan yang semakin ketat, jumlah peserta yang terus bertambah, serta dukungan sponsor dan penonton yang meningkat, masa depan pembinaan pembalap nasional terlihat semakin menjanjikan.
About The Author
Pertamax Turbo Motoprix 2026 Boyolali Banjir Peserta, Sinyal Bangkitnya “Region Neraka”! – Setiaji
