Lombok Timur, Jobuzo – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan Islam di Nusa Tenggara Barat. Seorang santri SMA IT Arrisalah Lombok Timur, Harun Ardiningrat, yang saat ini masih duduk di kelas X, terpilih sebagai delegasi Indonesia dalam ajang Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) ke-20 yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 16 hingga 19 Januari 2026.
Keikutsertaan Harun dalam forum internasional ini menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi sekolah dan pesantren, tetapi juga bagi masyarakat Lombok Timur dan NTB secara umum. Pasalnya, AYIMUN ke-20 diikuti oleh sekitar 1.000 peserta dari berbagai negara di dunia, yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa dengan latar belakang akademik dan budaya yang beragam.
AYIMUN merupakan simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dirancang untuk melatih generasi muda dalam menyampaikan ide, gagasan, serta pandangan kritis terhadap isu-isu global terkini. Dalam forum ini, para peserta berperan sebagai delegasi negara dan terlibat aktif dalam diskusi, diplomasi, serta debat mengenai berbagai persoalan dunia, mulai dari isu perdamaian, kemanusiaan, perubahan iklim, hingga pembangunan berkelanjutan. Seluruh rangkaian kegiatan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi, sehingga menuntut peserta memiliki kemampuan komunikasi internasional yang baik.
Sebelum dinyatakan lolos sebagai delegasi, Harun Ardiningrat harus melalui tahapan seleksi administrasi dan wawancara. Seleksi ini dilakukan untuk memastikan kesiapan peserta, baik dari sisi kemampuan akademik, komunikasi, maupun komitmen mengikuti seluruh rangkaian kegiatan internasional.
Sebagai bentuk keseriusan dalam mempersiapkan santrinya, SMA IT Arrisalah Lombok Timur memberikan pembekalan intensif sebelum keberangkatan. Harun mengikuti program karantina penguatan bahasa Inggris dan public speaking selama kurang lebih dua bulan. Program ini dirancang untuk meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan berbicara di forum formal, serta pemahaman dasar mengenai mekanisme sidang Model United Nations.
Direktur Utama Arrisalah Boarding School sekaligus Kepala SMA IT Arrisalah, Faizar, S.Pd, menjelaskan bahwa pembekalan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam menyiapkan santri agar siap bersaing di tingkat global.
“Sebelum keberangkatan, Harun kami bekali melalui program karantina selama kurang lebih dua bulan. Fokus utama pembinaan adalah penguatan kemampuan bahasa Inggris dan public speaking, karena dua hal ini menjadi kunci utama dalam forum internasional seperti AYIMUN. Kami ingin santri Arrisalah tidak hanya hadir, tetapi mampu berperan aktif dan percaya diri,” ujar Faizar.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan Harun menembus ajang internasional merupakan bukti bahwa pendidikan berbasis pesantren dan sekolah Islam terpadu mampu melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, dan memiliki wawasan global.
Menjelang keberangkatan ke Malaysia, Harun Ardiningrat juga mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah. Ia secara simbolis dilepas oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) di Kantor Gubernur NTB, serta oleh Wakil Bupati Kabupaten Bima di Kantor Bupati Bima. Dalam momen pelepasan tersebut, Harun menerima ucapan selamat dan motivasi agar tetap semangat, menjaga nama baik daerah dan bangsa, serta terus berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Para pimpinan daerah tersebut menegaskan pentingnya peran generasi muda sebagai duta bangsa, yang tidak hanya membawa prestasi akademik, tetapi juga mencerminkan karakter, etika, dan nilai-nilai positif Indonesia di mata dunia.
Keikutsertaan Harun Ardiningrat dalam AYIMUN ke-20 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelajar dan santri lainnya, khususnya di Lombok Timur dan Nusa Tenggara Barat, untuk terus mengembangkan potensi diri, berani bermimpi besar, dan siap tampil di panggung internasional. Prestasi ini sekaligus mempertegas bahwa santri Indonesia memiliki kapasitas untuk berkontribusi dalam diskusi global dan menjawab tantangan dunia masa depan. (Bagus)
Santri SMA IT Arrisalah Lombok Timur Wakili Indonesia pada Ajang Internasional AYIMUN ke-20 di Malaysia