Pamijahan, Jobuzo – Dalam rangka menanggulangi tingginya angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah tropis seperti Kabupaten Bogor, IPB University melalui program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi 2025 mengadakan kegiatan edukatif dan praktik langsung yang berjudul ASEPNYAM atau Aksi Serentak Edukasi dan Penanganan Nyamuk DBD di Desa Pamijahan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini terdiri dari dua bagian utama, yaitu sosialisasi bahaya DBD yang disampaikan oleh dosen pembimbing lapang (DPL) Bapak Andika Setyoadi, S.Si., M.Biomed. dari Fakultas Kedokteran IPB University dan demonstrasi pembuatan alat perangkap telur nyamuk atau ovitrap yang dipandu oleh mahasiswa peserta KKN-T IPB Desa Pamijahan.
Dalam pemaparan edukasi DBD ini, Bapak Andika Setyoadi selaku pemateri menjelaskan secara ilmiah dan komunikatif mengenai penyebab DBD, yaitu virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Beliau menyoroti pentingnya mengenali ciri-ciri nyamuk ini, seperti tubuh kecil berwarna hitam dengan belang putih, serta aktivitas menggigit yang umumnya terjadi pada pagi dan sore hari.
“Virus dengue dapat menyebar sangat cepat, terutama bila masyarakat belum memiliki kekebalan tubuh terhadap virus ini. Oleh karena itu, langkah pencegahan jauh lebih penting daripada pengobatan,” jelas beliau dalam penyuluhannya di hadapan warga Desa Pamijahan. Selain itu, beliau juga menekankan bahwa tindakan fogging hanya mampu membunuh nyamuk dewasa dan tidak efektif dalam membasmi jentik. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi pencegahan berkelanjutan berbasis lingkungan, seperti menjaga kebersihan dan mengelola tempat penampungan air secara berkala agar dapat menekan tingginya angka kasus DBD.
Setelah dilakukan sesi penyuluhan, mahasiswa KKN-T IPB melanjutkan dengan kegiatan demonstrasi dan pelatihan pembuatan Ovitrap, yaitu alat sederhana yang dirancang untuk menjebak nyamuk betina agar tidak sempat bertelur secara bebas di lingkungan rumah. Melalui kegiatan ini, para mahasiswa secara langsung mengajak warga Desa Pamijahan untuk ikut terlibat dalam aksi nyata pencegahan DBD, sekaligus membekali mereka dengan keterampilan praktis yang bisa diterapkan sendiri di lingkungan tempat tinggal. Bahan utama ovitrap ini sangat mudah ditemukan dan sangat murah, yaitu terbuat dari botol plastik bekas yang dibalut kantong plastik hitam dan diisi larutan fermentasi dari gula, air hangat, dan ragi, ovitrap ini memanfaatkan gas CO₂ hasil fermentasi sebagai daya tarik bagi nyamuk. Setelah masuk ke dalam perangkap, nyamuk akan sulit keluar kembali.

“Alat ini sangat praktis dan murah, tapi bisa berdampak besar untuk menekan jumlah nyamuk di rumah masing-masing. Kami mendemonstrasikan langkah-langkah pembuatannya, mulai dari memotong botol, membuat larutan, hingga penempatan alat yang tepat di sudut-sudut rumah yang lembap dan gelap,” jelas salah satu anggota tim KKN-T sambil memandu warga. Warga juga diimbau untuk rutin mengganti larutan fermentasi setiap 5–7 hari agar alat tetap efektif dan tidak menjadi tempat berkembang biaknya kuman atau mikroorganisme lain.
Kegiatan ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh para ibu rumah tangga yang tergabung dalam Kelompok Ramah Lingkungan (KRL) Desa Pamijahan. Dengan semangat gotong royong, para peserta tidak hanya menyimak penjelasan, tetapi juga langsung mempraktikkan cara pembuatan ovitrap dan membawanya pulang untuk digunakan di rumah masing-masing. Usai pelatihan, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga, meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, dan tekanan darah. Bapak Andika menutup rangkaian kegiatan dengan menyampaikan harapannya agar inovasi sederhana seperti ovitrap dapat menjadi kebiasaan baru dalam menjaga kesehatan lingkungan.
Program ASEPNYAM ini diharapkan tak berhenti sebagai kegiatan sesaat, melainkan menjadi pemicu lahirnya kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah nyata pencegahan DBD. Melalui edukasi yang tepat dan teknologi sederhana, masyarakat Desa Pamijahan kini memiliki bekal baru untuk melindungi diri dan keluarga dari ancaman nyamuk demam berdarah.
Tangkap Telurnya, Putus Rantai Penyakitnya!