ACEH TENGAH, Jobuzo – Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) bersama Youth Excellence International Foundation (YEIF) dan Pemerintah Desa Mendale menggelar Tabligh Akbar di Masjid Baitul Qudus, Desa Mendale, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, Jumat (29/5/2026).
Acara yang dimulai selepas shalat Jum’at itu dihadiri sekitar 300 warga Mendale dan sekitarnya. Pembina UAR Korwil Sumatera Utara/Aceh Rustam Efendi juga turut hadir di tengah jamaah tabligh Akbar bersama relawan UAR lain. Turut hadir pula Kapolsek Kebayakan, Babinsa dan tokoh masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus mengenang perjuangan relawan UAR dalam membantu masyarakat terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh pada akhir November 2025..
Dalam sambutannya, Camat Kebayakan Ihsan, S.E., menyampaikan rasa terima kasih kepada UAR dan seluruh relawan yang telah membantu masyarakat Aceh saat masa bencana. Menurutnya, kehadiran relawan UAR memberikan semangat baru bagi masyarakat untuk bangkit dari musibah yang terjadi.
“Kami sangat berterima kasih atas kegiatan dan bantuan yang telah dilakukan UAR. Semoga masyarakat dapat bangkit dari bencana, semakin kompak dalam ibadah, khususnya shalat berjamaah, serta mampu mengambil hikmah dari setiap musibah yang Allah berikan,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus melakukan introspeksi diri, meluruskan niat karena Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam setiap aktivitas kehidupan, serta memperkuat budaya gotong royong dan inovasi demi kemajuan daerah.
Sementara itu, dalam tausiyahnya Pembina UAR KH. Drs. Yakhsyallah Mansur, M.A., menyampaikan bahwa ujian dan musibah merupakan bagian dari ketentuan Allah subhanahu wa ta’ala kepada manusia. Jika Allah menghendaki seseorang menjadi baik, maka Dia akan mengujinya.
Lebih lanjut Imaamul Muslimin mengatakan bahwa musibah dapat menjadi bala bagi orang-orang yang dicintai Allah subhanahu wa ta’ala, menjadi tazkirah atau peringatan bagi manusia, dan juga dapat menjadi azab bagi orang-orang yang lalai.
Imaam Yakhsyallah juga menyampaikan amalan-amalan yang menjadi syarat manusia untuk meraih surga, yaitu menebarkan salam, memberi makan kepada sesama, menyambung tali silaturahim, serta melaksanakan shalat malam ketika manusia lain sedang tidur.
Terkait dengan makanan (tha’am), beliau menyampaikan hikmah makan menurut Imam Al-Ghazali, di antaranya agar manusia dapat membedakan antara makhluk dengan khalik, makan menjadi bagian dari ibadah, menjaga keseimbangan alam, serta menjadi salah satu jalan untuk memudahkan seseorang masuk surga.
“Dengan makan kita memiliki kekuatan untuk ibadah lebih baik, keseimbangan alam terjaga, serta menjadi salah satu jalan untuk memudahkan seseorang masuk surga,” kata Imaam Yakhsyallah.
Selain itu, beliau menyampaikan keutamaan menebarkan salam sebagai amalan yang dapat mengantarkan seorang muslim masuk surga tanpa disentuh api neraka, tanpa merasakan lagi kesulitan dunia, serta disambut oleh para malaikat.
“Maka bapak ibu tebarkan salam di muka bumi ini supaya kita mudah masuk surga, insya Allah,” ujar Imaam Yakhsyallah Mansur.
Imaamul Muslimin juga menekankan pentingnya hidup berjamaah sebagaimana masa Rasulullah, para shahabat hingga kekhilafahan Turki Utsmani sebagai jalan memperkuat persaudaraan umat Islam. Menurutnya, ukhuwah yang kuat akan melahirkan kepedulian dan semangat saling membantu dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
“Alhamdulillah acara berlangsung dengan lancar dan khidmat. Sekitar 300 warga hadir mengikuti Tabligh Akbar di Masjid Baitul Qudus,” ujar Mas Wanto, relawan UAR yang saat Ramadhan kemarin turut membagikan makanan buka puasa dan makan sahur bagi masyarakat Aceh sebulan penuh.
Sebelumnyya, Tim UAR dan YEIF usai pelaksanaan shalat Idul Adha 1447 H, Rabu (27/5/2026) hingga Jum’at pagi membagikan daging qurban kepada para warga terdampak bencana di beberapa wilayah Aceh. Penyembelihan hewan qurban (5 sapi), kerbau (2 ekor) dan domba (1 ekor) dilakukan oleh Tim UAR bersama warga setempat di beberapa titik, termasuk Kecamatan Kebayakan Takengon.
“Kami berharap dengan selesainya penyaluran hewan qurban bagi masyarakat terdampak bencana dapat lebih mempererat tali ukhuwah atau persaudaraan sesama anak bangsa,” ujar Ketua Pelaksanan Program Dzulhijjah 1447 H, Edy Wahyudi. [AM]
UAR dan YEIF Gelar Tabligh Akbar di Aceh Tengah, Pererat Ukhuwah Pasca Bencana