Tabanan, Bali, Jobuzo — Dalam suasana sejuk pegunungan Bedugul, civitas akademika Universitas Udayana menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Pura Ulun Danu Beratan, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, pada Jumat, 5 September 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-63 Universitas Udayana yang diselenggarakan bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unud).
Kegiatan dimulai sekitar pukul 13.00 WITA dan berlangsung hingga sore hari dengan penuh khidmat dan kebersamaan. Rangkaian acara diawali dengan persembahyangan bersama yang dipimpin oleh pemangku pura sebagai wujud bakti dan rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas keberlangsungan dan kemajuan Universitas Udayana selama enam dekade lebih. Seluruh peserta, yang terdiri dari pimpinan LPPM, panitia Dies Natalis, dosen, pegawai, dan mahasiswa, mengikuti kegiatan ini dengan penuh kesungguhan dan ketenangan.
Setelah persembahyangan, kegiatan dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih lingkungan pura dan area sekitar Danau Beratan. Seluruh peserta berpartisipasi aktif membersihkan di area pura. Kegiatan ini tidak hanya sekadar menjaga kebersihan fisik, tetapi juga menjadi simbol penyucian diri dan lingkungan, sejalan dengan filosofi Tri Hita Karana khususnya Palemahan, hubungan harmonis antara manusia dan alam.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian kawasan suci, Universitas Udayana menyerahkan dana punia kepada pengempon pura. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Ketua Panitia Dies Natalis ke-63, Ir. I Made Agus Dharmadiatmika, S.P., M.T., didampingi perwakilan LPPM Universitas Udayana (Gambar 1). Pengempon pura menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kontribusi universitas dalam menjaga kesucian dan kebersihan pura, yang menjadi salah satu ikon spiritual dan wisata di Bali. Tradisi punia ini dimaknai sebagai bentuk dana dharma, yaitu memberi dengan tulus tanpa pamrih, yang mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan dan keikhlasan dalam ajaran Hindu.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama di halaman utama pura berlatar keindahan Danau Beratan yang diselimuti kabut sore hari. Suasana keakraban dan rasa kebersamaan tampak jelas di wajah para peserta. Momen ini menjadi simbol harmonisasi antara sivitas akademika Universitas Udayana, masyarakat, dan alam sekitar sesuai dengan semangat Ragam Raga Satu Asa Menuju Udayana Berdampak dan Berdaya Saing Global yang menjadi tema Dies Natalis tahun ini.
Ketua Panitia Dies Natalis ke-63 Universitas Udayana, Ir. I Made Agus Dharmadiatmika, S.P., M.T., menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian ini merupakan bentuk rasa syukur dan bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa sekaligus pengingat agar universitas tetap berpegang pada nilai-nilai budaya dan spiritualitas Bali di tengah kemajuan ilmu pengetahuan. “Kegiatan ini adalah wujud sinergi antara akademisi dan masyarakat dalam menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut di masa mendatang,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan dari LPPM Universitas Udayana menambahkan bahwa kegiatan pengabdian ini bukan hanya berorientasi pada kegiatan sosial, tetapi juga menjadi wadah refleksi spiritual dan edukasi ekologis bagi civitas akademika. Melalui kegiatan sederhana namun bermakna ini, seluruh peserta diajak untuk menanamkan nilai tanggung jawab sosial, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari karakter insan akademik yang berbudaya.
Pengempon Pura Ulun Danu Beratan mengungkapkan apresiasi yang mendalam atas kepedulian Universitas Udayana. “Kami sangat bersyukur atas perhatian dari universitas. Bantuan dan kegiatan bersih-bersih ini sangat membantu dalam menjaga kesucian pura, terutama menjelang odalan dan hari-hari suci,” ujar salah satu pemangku yang hadir dalam acara tersebut.
Kegiatan pengabdian di Pura Ulun Danu Beratan ini menjadi bukti nyata komitmen Universitas Udayana dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi bukan hanya sebagai kegiatan seremonial Dies Natalis, tetapi juga sebagai langkah konkret dalam membangun keseimbangan antara ilmu pengetahuan, spiritualitas, dan budaya. Melalui kegiatan ini, Unud menegaskan posisinya sebagai universitas berkarakter lokal dengan wawasan global (local wisdom, global insight), yang senantiasa berkontribusi untuk Bali, Indonesia, dan dunia.
Universitas Udayana Gelar Pengabdian Bermakna di Pura Ulun Danu Beratan: Wujud Syukur Dies Natalis ke-63
