Sumberdem, Jobuzo – Tim KKN-T Inovasi IPB Kelompok KABMALANG14 Tahun 2025 melaksanakan pemasangan di Universitas Brawijaya, Kota Malang dan sosialisasi alat Automatic Weather Station (AWS) kepada siswa-siswi SMK Negeri 1 Wonosari, Desa Sumberdem . Kegiatan ini bertujuan mendukung pertanian modern yang adaptif terhadap perubahan iklim melalui penyediaan data cuaca aktual dan prediksi cuaca harian. Serta sebagai bahan dasar pembelajaran siswa siswi untuk menjadi petani yang lebih inovatif di masa yang akan datang.
Pemasangan AWS berlangsung pada pukul 10.00-12.00 di Universitas Brawijaya, dilanjutkan dengan sosialisasi dan pelatihan pemanfaatan data cuaca pada 25 Juli pukul 10.00-12.00 di Aula Balai Desa Sumberdem. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala desa, Perangkat desa, dan para dewan guru maupun staff, serta siswa-siswi kelas 11 SMK Negeri 1 Wonosari.
AWS ini merupakan bagian dari program bertema “Empowering Agromaritime Society for Socio-Economic Resilience”. Alat ini berfungsi merekam data suhu, kelembaban, curah hujan, intensitas cahaya matahari, hingga kecepatan dan arah angin. Dengan dukungan Sinaubumi sebagai mitra penyedia server utama, data dari AWS dapat diakses secara daring dan dipantau untuk memprediksi cuaca hingga 10 hari ke depan.

Selama sesi sosialisasi, peserta dikenalkan pada komponen-komponen alat, cara pembacaan data, serta potensi penggunaannya dalam penjadwalan tanam dan mitigasi risiko pertanian. Acara berlangsung interaktif dan santai. Salah satu momen menarik terjadi saat salah satu siswa bertanya dengan nada bercanda berkata, “AWS itu dipasangnya ngawang (mengambang) yaa kaa” yang disambut tawa hadirin. Tim mahasiswa menjelaskan bahwa AWS itu dipasang di tiang besi sebagai tempat menaruh AWS. Tingkat akurasi prediksi juga akan semakin meningkat seiring waktu, membutuhkan data harian selama 3 bulan hingga 1 tahun untuk performa optimal.
Kegiatan ini diikuti oleh Kepala desa, Perangkat desa, dewan guru, dan siswa-siswi SMK Negeri 1 Wonosari, mencerminkan antusiasme warga desa sumberdem terhadap inovasi teknologi dalam pertanian. Tim KKN-T berharap keberadaan AWS ini dapat terus dimanfaatkan dalam jangka panjang dan membuka peluang diskusi lanjutan, termasuk integrasi data cuaca dengan deteksi potensi serangan hama dan langkah mitigasinya. Hal ini juga diharapkan sebagai bahan dasar pembelajaran bagi siswa-siswi SMK Negeri 1 Wonosari, guna menambah pengetahuan praktis khususnya pada bidang yang berkaitan serta dapat mendukung proses pembelajaran di lingkungan sekolah.
Mahasiswa IPB Pasang Automatic Weather Station, Petani kota Malang Kini Punya Ramalan Cuaca Sendiri