Jobuzo – Pada Selasa, 9 Desember 2025 pukul 08.00 WIB, enam mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur yakni Fijay, Fauzan, Haikal, Alhafizh, Dyka dan Dimas melakukan kunjungan dalam rangka pengabdian masyarakat di SMP Muhammadiyah 18 Surabaya. Kunjungan ini mengangkat tema “ Membangun Sikap Toleransi dan Anti-perundungan melalui Moderasi Beragama “ yang diharapkan dapat menumbuhkan sikap toleransi terhadap semua siswa siswi di lingkungan sekolah serta meminimalisir adanya perundungan yang dapat menghambat proses belajar para siswa.
Kegiatan ini dirancang untuk dapat menumbuhkan sikap toleransi terhadap sesama serta meminimalisir terjadinya perundungan melalui pendekatan yang interaktif, edukatif, serta menyenangkan
Fijay selaku ketua pelaksana menyampaikan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh banyaknya kasus perundungan di Indonesia terutama pada tingkat pelajar.
“ Toleransi sangat penting diterapkan di bangsa kita, mengingat bangsa kita adalah bangsa yang sangat beragam, dari Sabang sampai Merauke yang jelas sangat berbeda dari tutur bicara, agama, budaya sampai warna kulit. Kita harus menghargai perbedaan itu bukan malah kita membully atau merundungnya karena itu jelas perbuatan yang salah dan sangat tercela, hal ini juga sesuai dengan ayat Alquran yakni Al hujurat Wahai manusia! Sesungguhnya kami telah menciptakan kalian menjadi laki-laki dan perempuan, dan (dengan menciptakan manusia berpasangan) kami telah jadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal. “ kata fijay
Acara diawali dengan pembukaan yang dilakukan oleh MC yang kemudian dilanjutkan dengan sesi perkenalan ketua pelaksana dan panitia, setelah itu para siswa siswi diberikan materi sosialisasi mengenai sikap toleransi dan anti-perundungan yang tentu dilakukan secara kreatif dan menyenangkan, dalam sesi ini para siswa/siswi diajak dalam diskusi dan tanya jawab yang juga terdapat reward atau hadiah bagi peserta yang dapat menjawab pertanyaan dari panitia. Selain itu juga terdapat snack yang diberikan kepada siswa siswi sebagai bentuk dukungan untuk merealisasikan sikap toleransi dan anti-perundungan.
Momen penuh keceriaan terlihat ketika mahasiswa dan para siswa melakukan berbagai candaan sebagai salah satu bentuk ekspresif. Haikal juga mengatakan jika candaan, pemberian hadiah dan pemberian Snack bisa mencairkan suasana serta terjadi interaksi. Para siswa juga dapat fokus ke materi yang diberikan serta senang terhadap penyampaian materi yang diberikan.
Kegiatan tersebut juga mendapat pendampingan dari dosen pendidikan Agama, Dr. Taufikurrahman, S.pd., M.pd., yang juga memastikan bahwa program pengabdian ini dapat berjalan selaras dengan tujuan pendidikan agama yakni nilai moderasi beragama. Ia menjelaskan bahwa program ini menjadi tahapan lanjutan di kelas, harapannya mahasiswa dapat menjadi agen pionir moderasi beragama di masyarakat yang bisa mempraktikkannya di lembaga masing masing.
Di kelas, siswa sudah mengenal teori dasar mengenai moderasi beragama dan literasi digital. Kegiatan ini merupakan kelanjutannya, agar mereka dapat menerapkan kemampuan tersebut secara nyata seperti mengenali hoaks, berdialog dengan santun, serta menjaga ruang digital tetap harmonis,” kata Taufikurrahman.
Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 18 Surabaya Suryo Bagus Sofiin, S.pd menyampaikan apresiasi serta mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat.
Dimas mengatakan bahwa kegiatan seperti turun ke lapangan secara langsung memberikan pengalaman yang berharga. Selain mengajar ia juga belajar untuk menghadapi dan memahami berbagai perilaku siswa siswi yang ada. Ia juga berharap program pengabdian masyarakat seperti ini terus berlanjut mengingat banyaknya manfaat yang didapatkan baik dari pihak peserta maupun pihak panitia.
Secara keseluruhan kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi salah satu wadah bagi mahasiswa serta kontribusi mahasiswa upn dalam menerapkan teori moderasi beragama yang sudah dipelajari sampai saat ini. Upaya ini diharapkan memberikan pengaruh positif kepada para peserta didik serta generasi muda untuk terus menerapkan sikap toleransi dan menghindari sikap perundungan untuk menjadikan lingkungan yang lebih harmonis.
Mahasiswa UPNV Jatim Bersosialisasi di SMP Muhammadiyah 18 Surabaya
