Jobuzo — Penayangan video Presiden RI Prabowo Subianto di jaringan bioskop Indonesia memicu berbagai reaksi di kalangan masyarakat, ada yang menyambut baik ada juga yang mempertanyakan soal tujuan dari tayangan tersebut.
Kementerian Komunikasi dan Digital pun menjawab soal pertanyaan tersebut. Dalam keterangan resminya, Komdigi menyebut bahwa tayangan video tersebut menjadi upaya pemerintah untuk memperluas jangkauan informasi terkait capaian kinerja pemerintah.
Baca Juga :

Dalam keterangannya, Senin, (15/09), Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya mengatakan bahwa tayangan ini juga hadir untuk menjaga keseimbangan informasi sekaligus memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akuntabel.
“Wajar jika pemerintah memanfaatkan berbagai medium komunikasi, termasuk bioskop selama tujuannya adalah menyampaikan informasi resmi kepada masyarakat,” katanya dalam keterangan resminya.
Ia melanjutkan bahwa saat ini, komunikasi publik pada era digital tidak lagi terbatas pada satu kanal saja, salah satunya adalah lewat bioskop.
Pemilihan bioskop dipilih karena disebut mampu menghadirkan pengalaman visual dan audio yang kuat sehingga pesan pembangunan dan kebijakan pemerintah dapat diterima lebih utuh oleh audiens.
Baca Juga :

Mirip dengan media sosial, televisi, radio dan reklame, Fifi menyebut bahwa bioskop hanyalah salah satu saluran komunikasi publik juga dan memiliki substansi yang sama.
“Sepanjang tidak melanggar aturan bioskop medium yang sah dan wajar untuk dipilih,” ujarnya.
Kemkomdigi mengajak publik untuk melihat penayangan video ini sehingga mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap agenda pembangunan nasional.
“Konteksnya adalah bagaimana negara hadir dengan informasi yang benar dan terukur. Jadi, ini bagian dari komunikasi publik pemerintah kepada masyarakat,” tuturnya.
Heboh Tayangan Video Prabowo di Bioskop, Begini Penjelasan Komdigi
